Bab 24: Panggilan dari Sahabat Karib
Halaman 1 dari 3
Keesokan harinya.
Saat Duan Jingheng turun ke lantai bawah, hanya ada Duan Huaiqian seorang diri di meja makan.
Selain merasa heran, ada sedikit rasa geli di hatinya. Rupanya, sang kepala keluarga Duan belum berhasil membujuk istrinya semalam, sampai-sampai sarapan pun tidak ingin disantap bersama.
Namun, karena Shi Youning tidak ada, dia tidak berani bersikap sombong dan hanya bisa menyapa dengan patuh, "Ayah, selamat pagi."
Dia mengira Duan Huaiqian akan mengabaikan ucapannya seperti biasa. Tak disangka, setelah dia duduk, Duan Huaiqian justru meletakkan sumpit di tangannya. Lelaki itu mengangguk ke arahnya dan berkata, "Hm, pagi."
Duan Jingheng melompat kaget. Kursi dan lantai beradu hingga mengeluarkan suara yang nyaring. Tidak cukup sampai di situ, Duan Jingheng melangkah mundur beberapa kali dengan wajah ketakutan, "Ayah? Be... benarkah itu Ayah?"
Jangan-jangan ayahnya telah dirasuki oleh Super Saiya dalam semalam?
Kepala pelayan, Feng, juga tampak terkejut. Air mata hampir menggenang di pelupuk matanya. Khawatir suaranya akan mengganggu waktu makan sang majikan, dia hanya bisa membatin, "Sudah lama sekali sejak terakhir kali Tuan bersikap seramah itu kepada Tuan Muda!"
Duan Huaiqian memijat pelipisnya dan berkata dengan nada dingin, "Di mana tata krama makanmu? Duduk dan makan sarapanmu."
Dia sendiri tidak habis pikir mengapa dirinya bisa melakukan tindakan yang begitu canggung barusan. Mungkin dia terpengaruh oleh perkataan Shi Youning semalam? Atau mungkin dia khawatir Shi Youning akan menjadikannya alasan untuk bertengkar dengannya?
Halaman 2 dari 3
Dia tidak tahu. Namun, karena sifat dingin dan angkuhnya yang sudah mendarah daging, bersikap sejauh ini pun sudah menjadi batas kemampuannya saat ini.
Mendengar nada bicara yang familier itu, Duan Jingheng justru merasa lega. Syukurlah, ini masih ayahnya.
Saat hendak kembali ke kursinya, suara Shi Youning yang sedikit bernada mengejek terdengar dari belakang, "Sayang, apa ada duri di pantatmu? Kamu berniat makan sambil berdiri?"
Ayah dan anak itu terdiam, garis hitam tampak seolah muncul di dahi mereka. Apakah pantas mengatakan hal seperti itu di meja makan?
Duan Jingheng mendekat dan berbisik, "Dia baru saja kesurupan! Aku menyapanya, dan dia malah membalas 'pagi' kepadaku! Aku sampai ketakutan setengah mati!"
Shi Youning melirik orang di samping meja yang masih memegang sumpit tanpa bergerak itu, kilasan terkejut melintas di matanya. Sambil meniru gaya Duan Jingheng, dia berbisik, "Apa perlu kita cari dukun untuk mengusir roh jahat darinya?"
Duan Jingheng berpikir dengan serius, "Kurasa untuk saat ini tidak perlu, karena dia sudah kembali normal. Tapi, mungkin kita bisa mencari dukunnya dulu, untuk berjaga-jaga."
"Kenapa tidak duduk dan makan sambil mengobrol? Apakah ada sesuatu yang tidak boleh kudengar?" Duan Huaiqian sedikit mengernyitkan mata dan berkata dengan nada berat.
Kalau mereka bicara lebih keras lagi, seluruh Kota Yun mungkin bisa mendengarnya.
Entah itu hanya perasaan Shi Youning atau bukan, dia seolah melihat sedikit rasa canggung yang sekilas muncul pada diri Duan Huaiqian. Dia berdeham kecil, menatap Duan Jingheng, dan berkata dengan nada yang dibuat-buat serius, "Sayang, kita harus percaya pada sains. Sudah, ayo makan."
Duan Jingheng: ...
Halaman 3 dari 3
Duan Huaiqian: ...
——————
"Yang Mulia, hancurkan mulutnya!"
Shi Youning sedang asyik menonton ketika nada dering ponsel yang tiba-tiba berbunyi di ruang pemutaran film membuatnya terlonjak kaget. Dengan perasaan kesal, dia mengangkat ponselnya tanpa melihat siapa peneleponnya.
Bahkan sebelum ponsel itu menempel di telinganya, rentetan omelan terdengar dari seberang sana:
"Shi Youyou, kamu sudah mulai berani, ya? Diam-diam pulang ke negara asal untuk menikah?!"
"Kamu bahkan belum pernah menggandeng tangan pria, tapi berani-beraninya langsung menikah?!"
"Aku hanya pergi menyepi sebentar, dan saat kembali aku langsung diberi kejutan sebesar ini?!"
"Lagi pula, sudah berhari-hari, satu pesan pun tidak kau kirimkan padaku. Kamu benar-benar keterlaluan!"
...
Cih, kenapa pula harus panggilan video?
Shi Youning merasa kepalanya berdengung karena kebisingan itu, bahkan suara televisi hampir tidak terdengar lagi. Dia ingin melihat siapa orang yang begitu berani berteriak padanya.
Namun, yang terlihat di layar hanyalah amarah yang meluap-luap. Saat matanya beralih ke sudut kiri atas layar, Shi Youning tertegun sejenak ketika melihat nama kontaknya.
Dia memiliki kesan terhadap pemilik nama kontak ini, sahabat dari pemilik tubuh aslinya—Mu Yunshu.