Sudah zaman antariksa, masih ada toko gelap? Bai Su: Tidak hanya membuka toko, aku juga bertani! Oh, dan aku juga bisa membuat sedikit makanan lezat!
“Toko gelap antar bintang sudah muncul!”
“Ayo cepat! Cepat lihat, ada persediaan makanan atau tidak!”
Di Planet Cahaya Merah, dua pria tinggi berbadan tegap mengenakan setelan jas dengan cepat naik ke mobil umum melayang, langsung menuju lokasi yang telah diterima oleh otak awan mereka.
Toko gelap antar bintang itu mendadak muncul di sudut terpencil Planet Cahaya Merah, di Kota Q yang nyaris tak berpenghuni.
Andai di antara mereka tak ada yang pernah melihat wujud salah satu cabang toko gelap antar bintang itu, dan sudah lama menjadikannya target pengintaian tingkat tertinggi, mungkin tak seorang pun tahu bahwa bangunan kecil bergaya kuno yang berdiri di tepi gurun itu adalah toko gelap antar bintang yang namanya tersohor di seantero galaksi!
Toko gelap antar bintang mulai dikenal luas, atau lebih tepatnya, menjadi terkenal di seluruh galaksi baru dalam dua tahun terakhir.
Ia memang sebuah toko, namun muncul dan menghilang tanpa jejak, bisa berdiri di bawah langit terbuka, namun juga bisa lenyap dalam sekejap ke dalam kehampaan.
Keanehan itu seakan-akan bukan sesuatu yang berasal dari dunia antarbintang.
Pernah ada yang mencoba menguasai toko gelap serba ada itu, mengerahkan ratusan orang dan persenjataan antar bintang tercanggih, namun hanya bisa terpana saat toko itu lenyap begitu saja di depan mata mereka.
Tapi kemunculannya pun tak pernah terasa janggal, siapa pun yang melihatnya akan merasa bahwa toko itu memang seharusnya ada di sana.
Di tepi gurun, di depan bangunan kecil bergaya kuno itu, Bai Su menopang