Bab Empat Puluh Lima: Aku Tidak Mau Belajar
Halaman (1/3)
Si kecil itu, meskipun masih sangat muda, ternyata sangat keras kepala. Benar-benar mirip dengan Gong Lingxiao. Gong Lingxiao sendiri adalah tipe orang yang pantang melakukan hal seperti ini; bisa menemaninya sampai selesai saja sudah merupakan sebuah keajaiban.
"Hmph, hmph, hmph, Papa tidak sayang sama aku," ujar Si Panci Nasi saat melihat Gong Lingxiao tidak memedulikannya. Ia melipat kedua tangan di depan dada, memunggungi ayahnya dengan wajah cemberut, lalu bergumam, "Aku mau mengadu pada Nenek, aku mau tinggal sama Nenek, dan membiarkan Papa si pria tua tinggal sendirian."
Urat di dahi Gong Lingxiao menonjol. "Gadis kecil, kau berani sekali mengancamku?"
Si Panci Nasi mengangguk dengan polos. "Tebakan yang benar! Pria tua!"
Gong Lingxiao merasa tidak berdaya, sekaligus merasa dipermain