Bab 29: Gadis yang Terkoyak
Shen Jian segera bergegas menuju ke sana, tak peduli makhluk apa yang dihadapinya, selama bertemu maka ia tidak bisa tinggal diam! Saat mendekati gedung besar di sisi barat yang menjadi sumber energi panas itu, ia sudah mendengar jeritan memilukan, seperti ratapan seseorang di ambang kematian!
Tampaknya situasi di sini tidak sesederhana kelihatannya! Memiliki sayap belum tentu malaikat, bisa jadi juga iblis. Ia terbang ke tengah gedung, kaca-kaca di sini sudah hancur tak bersisa. Gedung setinggi tiga puluh lantai ini sudah tergolong sangat tinggi untuk ukuran sebuah kota kecil.
Ia terbang masuk ke dalam, mencari sumber suara itu, jeritan memilukan terdengar terus-menerus, semuanya suara tangisan perempuan! Jangan-jangan... Shen Jian langsung teringat kemungkinan buruk, ia mempercepat langkahnya, tak berani terbang lagi karena jika tak bisa mengendalikan kecepatan, ia bisa menabrak gedung yang sudah nyaris runtuh ini!
Sumber energi panas semakin dekat. Ia menempelkan tubuh ke dinding, sebab jika benar di dalam adalah iblis seperti yang dikatakan Yan, maka kemungkinan besar ia bukan tandingan mereka. Jika gagal menyelamatkan orang dan malah mengorbankan diri, itu jelas tidak sepadan!
Akhirnya, kini hanya terpisah satu dinding dari makhluk-makhluk itu! Ia perlahan bergerak ke pintu, mengintip ke dalam, dan pemandangan di depan membuatnya tercengang!
Di dalam ruangan seluas lebih dari seratus meter persegi itu, tampak puluhan monster sedang menyiksa lima gadis. Jeritan penuh keputusasaan itu berasal dari mereka! Monster-monster itu telanjang bulat, bentuk tubuh mirip manusia hanya saja lebih kekar, kepala mereka botak namun tumbuh dua tanduk mengerikan, di punggung terdapat sepasang sayap daging menjijikkan. Ia teringat monster di mal tempo hari, bedanya yang ini punya sepasang sayap lebih banyak.
Shen Jian memang belum pernah melihat makhluk seperti ini, tapi ia bisa menebak. Pernah ia dengar dari para prajurit, ada sebagian orang yang tak kuasa menolak godaan hidup abadi, lalu diubah oleh gen iblis menjadi monster setengah manusia, setengah binatang—percampuran antara tubuh hewan dan manusia!
"Inilah mereka!" Shen Jian mengatupkan gigi. Makhluk-makhluk ini, jika di masa perang dulu, jelas disebut penghianat bangsa!
Saat itu, ia juga mendengar percakapan di antara makhluk itu, "Kakak, sungguh tepat keputusanmu menyimpan para perempuan ini!"
"Dulu, mereka semua memandang kita sebelah mata karena kecantikan mereka, sekarang malah seperti anjing betina merangkak di hadapan kita!"
"Sudah satu yang mati, hati-hati kalian!"
Shen Jian tak terlalu jelas mendengar sisanya, tapi ia paham maksudnya. "Sialan, tak kusangka skenario yang biasanya hanya ada di film dewasa negeri sakura malah terjadi di sini..."
Ia menghitung, ada dua puluh tiga monster. Saat itu, satu lagi dari mereka baru saja menodai seorang gadis! Gadis itu tampaknya sudah tak berdaya untuk terus menangis, hanya bisa pasrah.
"Sialan!" Shen Jian tahu, menurut para prajurit, peluru penembus lapis baja yang cukup kuat bisa membunuh mereka! Sebilah pedang cahaya muncul di tangannya. Keterampilan ini ia temukan secara tak sengaja, kekuatan pedang cahaya memang tak sekuat peluru penakluk dewa, tapi untuk membasmi monster-monster ini sangatlah tepat!
Sekali tebas, monster yang sedang menyiksa gadis itu terbelah dua, lalu ia menerjang ke arah monster lainnya!
Makhluk-makhluk itu sempat kebingungan, baru sadar setelah kepala monster kedua ditebas Shen Jian!
"Apa itu?!"
"Apakah itu Tuan Taotie? Dia mengenakan zirah putih!"
"Cepat, berlutut! Berlutut!"
Lebih dari dua puluh monster sisa segera berlutut, membenturkan kepala ke arah Shen Jian tanpa henti!
Shen Jian pun sempat bingung, rupanya mereka mengira dirinya Taotie!
"Tak peduli!" Shen Jian memandangi manusia-manusia yang dulunya seperti mereka, "Betapa menyedihkan!"
Tanpa ragu ia menebas satu demi satu, monster-monster itu tetap berlutut, sehingga semakin mudah dibantai!
"Tuan Taotie, mengapa Anda membunuh kami?" Akhirnya, setelah puluhan monster tewas, salah satu dari mereka berteriak putus asa sebelum mati.
"Karena aku adalah prajurit Tiongkok!" jawab Shen Jian dengan suara berat. Satu tebasan lagi, satu nyawa melayang!
"Dia bukan Taotie!"
"Dia sudah membunuh banyak dari kita, jangan biarkan dia lolos!"
Enam monster tersisa berdiri dan mengepung Shen Jian. Dua gadis di antara korban menutup mata pasrah, tampaknya mereka sudah tahu nasib yang akan menimpa.
Shen Jian tak memperhatikan ekspresi para gadis, hanya menyeringai dingin ke arah monster-monster itu. Sungguh tindakan yang tak tahu diri!
"Mencari mati!" Ia melihat salah satu dari mereka mulai membentuk bola cahaya biru, namun ia tak mencegah, hanya menebas monster yang mencoba mendekat.
"Hebat sekali!" seru salah satu monster itu.
"Coba rasakan ini!" Monster yang mengumpulkan bola cahaya berteriak, lalu melontarkan energi itu tepat ke tubuh Shen Jian!
Ledakan itu menimbulkan debu tebal, menutupi area tempat Shen Jian berdiri.
Tiba-tiba, cahaya putih berkelebat, pedang panjang putih menembus tubuh monster itu! Bayangan putih melesat keluar, satu tangan mencengkeram kepala dua monster dan menghancurkannya, lalu satu tendangan keras membuat kepala monster lain terlepas!
Monster terakhir, mengayunkan pisau titanium ke arah wajah Shen Jian, jaraknya nyaris menempel!
Seorang gadis spontan menutup mata, tak sanggup melihat Shen Jian terbunuh, namun dalam hatinya masih ada secercah harapan agar ia bisa diselamatkan. Ia tak ingin mati!
Pisau titanium itu, seperti yang diduga monster itu, benar-benar membelah ke arah wajah Shen Jian, tapi bukannya darah berceceran, hanya suara logam yang patah terdengar!
"Uhuk!" Sebuah tangan kuat menembus dadanya, merenggut jantung yang sudah menghitam!
"Tidak... aku tidak mau mati..." Hanya itu yang sempat diucapkannya sebelum tubuhnya ambruk.
Shen Jian berbalik, menatap lima gadis yang berkumpul ketakutan, satu sudah pingsan, dua lainya tampak linglung, sementara dua lainnya menangis.
Tak jauh dari situ, terlihat seorang wanita, sama seperti para gadis, telanjang, namun tubuhnya tampak lebih dewasa. Di bagian bawah tubuhnya masih terlihat jejak darah yang telah mengering, ia tergeletak diam, tak terdeteksi oleh penglihatan panas. Artinya, ia sudah lama meninggal.
Shen Jian ingin bertanya pada gadis-gadis itu apa yang sebenarnya terjadi. Saat ia baru melangkah, dua gadis langsung rebah mundur ketakutan.
Tak satu pun dari mereka mengenakan pakaian, di sudut ruangan terlihat sobekan-sobekan pakaian yang tampaknya dirusak secara brutal. Tubuh para gadis penuh luka, namun justru semakin memancing hasrat makhluk-makhluk biadab itu. Bagian bawah tubuh mereka pun sama, terdapat darah yang mengalir seperti wanita yang telah meninggal tadi.
Shen Jian menatap mereka, tak tahu harus berkata apa. Dikatakan bahwa wanita baik selalu jadi korban dalam perang, dan tampaknya memang benar. Baik fisik maupun mental, kejadian ini telah menorehkan luka yang takkan pernah hilang dari diri mereka.
Keputusasaan perang membangkitkan nafsu buruk dalam hati manusia, sehingga kejadian seperti ini atau yang terjadi kemarin pun tak terelakkan.
"Sialan, makhluk asing..." Shen Jian berusaha menenangkan diri. Dari percakapan monster tadi, ia tahu para gadis ini ditangkap dua hari lalu, berarti mungkin masih ada yang selamat!
Ia membuka lubang dimensi, mengambil beberapa lembar terpal. Di dalam lubang milik Qiangwei memang tak ada pakaian, sebab pakaiannya sudah dipisahkan olehnya.
Satu per satu, Shen Jian potong terpal menjadi ukuran yang pas, menutupi tubuh para gadis itu. Dua dari mereka masih memandangnya dengan ketakutan.
"Ceritakan, apa yang terjadi di sini?" tanya Shen Jian.
"Kau... kau makhluk asing?" tanya salah satu gadis dengan gugup.
"Bukan, aku prajurit," jawab Shen Jian tegas, "Divisi Prajurit Elit, Shen Jian!"
"Kau datang untuk menyelamatkan kami?" tanya gadis itu dengan mata berlinang air mata.
Shen Jian tertegun, apakah ia benar-benar bisa menyelamatkan mereka? Namun tanpa ragu ia menegaskan, "Tentu saja, kalian akan selamat."
"Tapi aku masih harus menyelamatkan orang lain. Bisakah kau bilang, apa masih ada yang selamat?"
Gadis itu terdiam, tak menjawab. Shen Jian melihat ekspresinya, menggeleng kecewa. Benarkah tak ada yang selamat?
Saat itu, seorang wanita berkata, "Di tempat perlindungan bawah tanah, mungkin masih ada yang hidup, meski pasti tak banyak lagi..."
"Perlindungan bawah tanah?" Shen Jian menepuk dahinya, bagaimana ia bisa melupakan itu!
"Di mana letaknya?" tanya Shen Jian cepat.
"Aku bisa mengantarmu," gadis itu berusaha berdiri, namun baru setengah bangkit langsung terjatuh lagi, dua hari penyiksaan membuat kakinya sudah tak berdaya.
Shen Jian sigap menopangnya. Tubuh gadis itu lunglai di pelukannya, meski pelindung luar yang dipakai Shen Jian pasti tak nyaman, tapi saat ini memang tak ada sandaran yang lebih baik.
Shen Jian menghela napas, ia harus memikirkan cara menurunkan mereka ke bawah. Ia ingat Qiangwei pernah bilang di dalam lubang dimensinya ada mobil.
Benar saja, ia menemukan belasan mobil off-road, lalu mengeluarkan satu, memasukkan para gadis ke dalamnya, lalu membawa mobil itu menabrak keluar dari lantai dua belas!
Para gadis itu menjerit ketakutan, hingga akhirnya mereka mendarat dengan selamat.
Shen Jian merasa ia baru saja membuat kesalahan lagi, saraf para gadis yang rapuh itu sudah tak sanggup lagi menerima kejutan!
"Dosa, dosa..." gumam Shen Jian, kebetulan di sekitarnya banyak supermarket. Ia memberi tahu para gadis itu, lalu dengan cepat masuk dan mengambil semua makanan dan sumber daya, sekalian mengangkut pakaian.
"Dosa, tak boleh mengambil barang rakyat sedikit pun. Tapi..." Shen Jian melihat di dalam lubang Qiangwei ada banyak batu mineral transparan, bening sekali.
"Menukar ini pasti boleh..." pikir Shen Jian sambil menatap sepotong besar batu mirip berlian berdiameter hampir satu meter itu, berharap pemilik toko itu masih hidup dan bisa mengambil gantinya.
Semua selesai tak sampai sepuluh menit, Shen Jian pun kembali ke mobil. Tampaknya pasukan Taotie sudah meninggalkan kota ini. Shen Jian menyerahkan pakaian pada mereka untuk dipakai, kemudian bersiap mencari tempat perlindungan bawah tanah. Namun, detektor panas mendeteksi sesuatu lagi.
Di tikungan tiga kilometer dari gedung di depan, terdeteksi belasan sinyal panas, bentuknya tak jelas!
Ia hendak menengok, namun khawatir meninggalkan para gadis.
"Sinyal darurat!" Shen Jian pun mengambil pistol sinyal dari dalam lubang dimensi. Ia semakin merasa lubang itu seperti kotak ajaib, semua yang dibutuhkan ada di dalamnya!