Bab Seratus Tiga Puluh Tujuh: Aku Memberimu Kesempatan
Nada suara yang dingin itu membuat Kakak Zhang merasa betisnya seolah kram, "Tuan Tang..."
Ucapan Kakak Zhang langsung terpotong. Manajer Lin menatap Tang Yicheng seraya berkata, "Memangnya kenapa kalau Tuan Tang? Memang saya yang memerintahkan penghentian pekerjaan, ada masalah?"
"Oh, baguslah kalau ada yang mengaku!" Tang Yicheng tertawa. Ia menoleh menatap Manajer Lin yang berusia tiga puluhan dengan kulit berminyak yang menjijikkan, tampak seperti sepotong daging kukus yang berlemak. "Kalau begitu, Manajer Lin, beri saya penjelasan. Apa alasannya?"
"Tidak ada alasan!"
"Jadi ini kesengajaan?"
"Benar!" Manajer Lin mencibir. "Manajemen properti di kompleks ini saya yang pegang. Kalau kau ingin terus tinggal di sini, sebaiknya kau bersikap kooperatif."
Tang Yicheng mencengkeram leher pria itu, lalu mengayunkan tangannya dan melempar orang itu hingga terpelanting.
Sebelum jeritan sempat terdengar, Tang Yicheng sudah sampai di tempat Manajer Lin mendarat. Ia menginjak wajah pria itu dengan satu kaki, "Ayo, coba tunjukkan lagi kesengajaanmu itu padaku!"
Zhao tua dan para pekerja merasa tegang, namun seketika berubah menjadi bersemangat. Mereka sudah pernah melihat betapa kejamnya Bos Tang, ia bahkan pernah melumpuhkan seorang pedagang manusia dengan satu pukulan.
Orang-orang dari kantor properti berhamburan keluar untuk menolong, namun Zhao tua dan beberapa orang lainnya segera mengepung Tang Yicheng, membentuk barisan manusia yang memblokir pintu masuk kantor properti.
Tang Yicheng menginjak wajah Manajer Lin dan menggeseknya dengan keras ke tanah, "Berani-beraninya kau bersikap sombong di depanku, coba sombong lagi kalau berani!"
"Manajer Lin, silakan lanjutkan kesengajaanmu itu..."
Manajer Lin tampak seperti mainan yang tidak berdaya, tanpa kesempatan untuk melawan. Beberapa warga yang lewat berhenti untuk menonton, tetapi tidak ada yang maju untuk menolong, bahkan tidak ada yang sekadar menengahi.
Bahkan ada anak kecil yang memanfaatkan situasi untuk mengambil batu dan melemparkannya ke arah Manajer Lin.
Tang Yicheng meludah tepat di wajah Manajer Lin, "Bocah ingusan, sepertinya kau memang sering berbuat jahat. Ayo bangun dan tunjukkan kesombonganmu lagi padaku."
Di bawah tatapan banyak orang, Tang Yicheng dengan tenang menyalakan rokok, sementara di bawah kakinya, Manajer Lin terkapar seperti mayat.
Manajer Lin sebenarnya tidak mati, ia hanya tidak ingin bangun dan sengaja berbaring di tanah dengan harapan Tang Yicheng akan melepaskannya.
"Zhao tua!"
"Ya!" Zhao tua segera berlari mendekat. "Ada apa, Bos Tang?"
"Ajak beberapa pekerja untuk mengangkat orang ini!" perintah Tang Yicheng. "Aku ingin melihat apakah dia benar-benar mati atau hanya berpura-pura."
"Bos Tang, dia hanya berpura-pura. Saya baru saja melihatnya membuka mata dan mengintip. Orang rendahan seperti ini tidak akan mudah mati. Paling-paling dia luka parah. Anda kan orang kaya, saya rasa Anda sanggup membayar biaya pengobatannya." Zhao tua memberi isyarat, empat pekerja segera datang dan langsung mengangkat Manajer Lin dari tanah.
Manajer Lin merasa sangat marah. Penghinaan karena dipermalukan di depan umum dengan wajah yang ditekan ke tanah benar-benar menguji harga dirinya.
Beberapa pekerja memegangi tubuhnya dengan erat. Akhirnya, Manajer Lin berhenti meronta dan menatap Tang Yicheng dengan mata yang memerah, "Tunggu saja kau, aku pasti akan menghabisimu."
Wajah Zhao tua dan kawan-kawan berubah pucat karena khawatir. Warga di kompleks itu pun mulai ketakutan, para orang tua segera membawa anak-anak mereka pergi dari sana.
Tang Yicheng melambaikan tangan, mengisyaratkan para pekerja untuk melepaskan Manajer Lin. "Bocah ingusan, kau sendiri yang mengatakannya. Kalau tidak berhasil menghabisiku, itu tidak dihitung. Aku memberimu kesempatan."
Kesempatan itu sudah habis!
Tang Yicheng telah berniat membunuh!
Ia berbalik dan pergi, membawa Zhao tua dan para pekerja lainnya meninggalkan kompleks tersebut. Ia pergi sekarang agar tidak ada yang mengaitkan kematian Manajer Lin dengan dirinya, hanya itu alasannya.
Baru saja keluar dari kompleks, Tang Yicheng menerima telepon. Ia memberikan cuti kepada Zhao tua dan yang lainnya, dan meminta mereka menunggu sampai ia membereskan urusan dengan Manajer Lin sebelum kembali bekerja.
Para pekerja naik ke bus. Zhao tua, yang pergi paling terakhir, berkata kepada Tang Yicheng, "Bos Tang, Manajer Lin itu sepertinya bukan orang sembarangan, Anda harus berhati-hati."