Bab 147 Ada masalah?
Gu Xilan memasang wajah bingung. Han Zhiwen berkata dengan marah, “Dia pemilik Media Cantik.”
“Mustahil!” Gu Xilan segera menggeleng menyangkal. “Kak Wen, jangan bercanda. Bagaimana mungkin dia pemiliknya? Dia sama sekali tidak punya uang.”
“Memangnya kau sangat mengenalnya?”
“…”
Gu Xilan terdiam. Ia teringat banyak hal. Ternyata Media Cantik awalnya hanyalah media mandiri kecil biasa, yang sekadar memuat ulang berita orang lain dan sama sekali tidak terkenal di dunia hiburan.
Baru setelah pertama kali membongkar skandal Zhou Cheng, media itu mulai menunjukkan taringnya.
Lalu yang kedua, ketiga, dan kali ini.
Sepertinya Tang Yicheng memang sudah berubah sejak saat itu. Mungkinkah kedua hal tersebut benar-benar berkaitan?
Gu Xilan menggeleng kuat-kuat, merasa pikirannya sendiri terlalu konyol.
“Kemarin aku baru saja bertemu dengannya. Dia mengakuinya sendiri!” kata Han Zhiwen. “Kau benar-benar tidak tahu, atau sedang berpura-pura di depanku?”
“Aku benar-benar tidak tahu!” Gu Xilan menggeleng. “Aku memang merasa dia agak berbeda, tetapi sama sekali tidak bisa menjelaskan bagaimana. Maksudmu, semua berita yang dimuat Media Cantik itu dibocorkan oleh Tang Yicheng?”
“Dia dulu bekerja di dunia hiburan, dan dia juga kakakmu…”
Wajah Han Zhiwen seketika menggelap. “Jangan-jangan semua berita itu kalian yang memberikannya…”
“Tidak!”
“Kalau begitu, dari mana dia mendapatkannya?” Han Zhiwen sangat marah. Bukan hal aneh jika seorang bintang besar memanfaatkan beberapa perusahaan buzzer untuk kepentingannya sendiri. Han Zhiwen curiga bahwa semua ini dirancang oleh Gu Xiyue.
Dengan kedudukan Gu Xiyue saat ini, mendapatkan skandal dari dunia hiburan bukanlah masalah. Terlebih lagi, semua orang tahu bahwa keadaan Gu Xiyue sekarang sedang tidak baik.
Para petinggi industri mengancam akan memboikot Gu Xiyue, dan ia harus menyelamatkan dirinya sendiri!
Semuanya benar-benar masuk akal!
“Gu Xilan, kau membohongiku!” teriak Han Zhiwen. “Kalau bukan kalian, lalu siapa lagi? Aku hanya pernah mengatakan kepada kakakmu bahwa aku mencurigai Yueyang memakai narkoba. Aku mengerti kalian perlu menyelamatkan diri. Aku bahkan sudah membantu kalian mencari koneksi, tetapi kalian malah mengorbankan ayah dari anakku…”
Gu Xilan buru-buru berkata, “Kak Wen, sungguh, masalah ini tidak ada hubungannya dengan kami. Aku juga baru tahu hubungan Tang Yicheng dengan Media Cantik.”
Han Zhiwen sudah kalap. Ia sama sekali tidak bisa mendengarkan penjelasan itu. Dengan mata memerah, ia menatap Gu Xilan.
“Dasar perempuan hina! Masih berani membohongiku? Padahal aku begitu mempercayai kalian. Jadi begini cara kau dan kakakmu memperlakukanku?”
Gu Xilan mengangkat kepala. Wajah Han Zhiwen sedingin es. Semua dugaan yang dirangkainya dalam benaknya benar-benar tampak sangat masuk akal.
“Kalian benar-benar membuatku kecewa!”
Pada saat itu, dua orang muncul di ambang pintu. Tang Yicheng dan Tongtong telah kembali, masing-masing membawa sebuah lolipop raksasa.
Kepala Tongtong bahkan tertutup sepenuhnya oleh lolipop itu!
“Oh, kalian sudah sadar?” Tang Yicheng membawa Tongtong masuk. Gu Xilan dan Han Zhiwen serentak menoleh, memandangi sosok yang terasa agak asing itu. “Kalian sudah melihat beritanya, kan? Masalah Nona Han sudah selesai. Kau tidak ikut terseret. Lihat, mudah sekali.”
“Sedangkan untuk adik iparku…”
Tang Yicheng melihat beberapa mainan anak-anak dan makanan ringan di lantai. Benda-benda itu jelas bukan untuk Han Zhiwen.
“Kau datang menjenguk Tongtong? Terima kasih.”
Gu Xilan berdiri dan menatap Tang Yicheng. Tiba-tiba ia bertanya dengan marah, “Media Cantik itu milikmu?”
“Benar.”
Tang Yicheng mengangguk dengan tenang. Adapun Hao Ren yang selama ini dianggap sebagai pemilik, ia sama sekali tidak memedulikannya. Jika sekarang ia mengembalikan perusahaan itu kepada orang tersebut, memangnya orang itu berani menerimanya?
“Belakangan ini kinerjanya cukup bagus dan popularitasnya juga sangat tinggi. Kalian semua tidak perlu mengkhawatirkan makanan dan pakaian, sementara aku juga harus mencari pekerjaan untuk menghidupi diriku sendiri dan anakku. Memangnya ada masalah?”
Gu Xilan tertegun. Amarahnya seketika lenyap. Tang Yicheng terlalu tenang, dan entah mengapa, ia merasa perkataan pria itu memang tidak salah.
Semua orang harus menjalani hidup.
“Jadi, pekerjaan yang dulu kau bilang sudah kau dapatkan itu adalah pekerjaan ini?”
Gu Xilan menyesal. Saat itu, ia seharusnya menanyakan lebih jauh pekerjaan apa yang sebenarnya dilakukan Tang Yicheng.