Bab 154: Semua Orang Sangat Puas (Tambahan Kedua) Tambahan khusus untuk penghargaan dari Yizhong Fengqing
Dari segi penokohan dan alur cerita, Tang Yicheng merasa dirinya jauh lebih cocok daripada Chen Hao. Tang Yicheng tersenyum tipis dan menyadari ada seseorang yang berada di sisinya.
Menoleh ke belakang, ia melihat Tongtong sedang mengucek mata dan bersandar padanya.
"Ayah, apakah Ayah menonton drama televisi semalaman? Apakah bagus? Bolehkah aku menontonnya? Apakah ada adegan ciuman?" Tongtong mendongak sambil menatap Tang Yicheng.
"Ada adegan ciuman, makanya kamu tidak boleh menontonnya."
"Oh!" Tongtong menghela napas dan berkata, "Ayah, rasanya ini terlalu sulit. Sebaiknya Ayah segera mengirimku ke taman kanak-kanak saja."
Tang Yicheng tidak kuasa menahan senyum dan langsung mengiyakan, "Beberapa hari lagi Ayah akan mengirimmu ke taman kanak-kanak."
Putranya ini sungguh malang, menonton televisi saja tidak boleh, sedangkan untuk kartun, Tongtong sudah tidak tertarik lagi.
Usai sarapan, Tang Yicheng membawa Tongtong kembali untuk menengok rumah mereka di Bihaige. Lao Zhao dan yang lainnya sudah mulai bekerja.
Han Lin dan anak buahnya telah menduduki pusat pengelolaan properti, sementara perusahaan pengelola properti yang lama sama sekali tidak datang bekerja selama beberapa hari ini.
"Kakak, anak buah kita sekarang juga sudah mulai membantu para warga. Perusahaan properti yang lama tidak datang untuk melakukan serah terima, jadi ada beberapa tempat yang tidak bisa kami masuki karena tidak ada kuncinya," ujar Han Lin.
"Lalu, apa maksudmu?"
Han Lin tersenyum dan berkata, "Aku ingin menemui bos mereka untuk bernegosiasi. Akhir-akhir ini aku sudah bertanya kepada para warga, serah terima perusahaan properti rupanya ada tata caranya. Pihak mereka masih memegang uang milik para warga kompleks, aku sudah berjanji kepada warga untuk membantu mereka mengambilnya kembali, dan biaya pemeliharaan propertinya juga akan diturunkan sedikit!"
Han Lin tampak agak antusias, jika urusan ini beres, ia akan resmi menjadi manajer properti. "Kita harus memerhatikan prosedur yang benar, kan?"
"Ini ide yang bisa kaupikirkan?"
Han Lin tersenyum. "Ini ide yang diberikan oleh seorang kakek di kompleks ini. Aku berjanji kepadanya jika kita sudah mengambil alih pengelolaan properti, aku akan mempekerjakannya sebagai konsultan atau semacamnya. Kakek itu adalah orang yang berpendidikan!"
Tang Yicheng tersenyum. "Karena ada orang yang membimbingmu, kerjakanlah dengan baik dan belajarlah dengan sungguh-sungguh dari kakek tersebut. Properti adalah industri yang terhormat, kelola dulu kompleks ini dengan baik, barulah kompleks-kompleks yang lain..."
Han Lin langsung mengangguk. "Aku mengerti, kita akan mengembangkannya selangkah demi selangkah hingga menjadi besar dan kuat. Kakak, tenang saja."
Begitu datang hari ini, Tang Yicheng langsung melihat bahwa kebersihan kompleks jauh lebih terjaga daripada sebelumnya, pepohonan telah dipangkas, dan yang terpenting, kendaraan-kendaraan terparkir dengan sangat rapi!
Meskipun kompleks ini tergolong mewah dan dihuni oleh banyak orang kaya, sebelumnya mereka tidak begitu peduli dengan aturan parkir.
Karena khawatir Han Lin hanya membual, Tang Yicheng bahkan bertanya langsung kepada beberapa warga untuk mencari tahu.
"Eh, Tuan Tang, Manajer Han ini orangnya cukup cakap. Masalah parkir sembarangan di kompleks kita ini benar-benar sudah beres!"
"Bagaimana cara menyelesaikannya?" tanya Tang Yicheng sambil tersenyum.
Wajah sang kakek sedikit berkedut. "Beres ya beres. Yang penting kami para orang tua ini sudah puas."
"Kalian pasti menggunakan kekerasan, kan!" Tang Yicheng langsung paham begitu melihat ekspresi kakek tersebut. Ada cukup banyak orang kaya di kompleks ini, dan biasanya mereka bertindak sewenang-wenang karena merasa punya uang tanpa takut pada siapa pun.
Namun, bagaimana mungkin orang-orang seperti Han Lin mau berkompromi? Mereka yang memarkir kendaraan sembarangan langsung ditindak di tempat. Dipukul masih dianggap ringan, mereka juga punya berbagai cara licik untuk mengunci kendaraan. Jika masih tidak bisa, mereka akan menyuruh orang tersebut memanggil bala bantuan.
Sang kakek tersenyum tipis. "Seluruh urusan bisa diselesaikan, caranya tidak penting."
"Baiklah, asalkan kalian senang!" ucap Tang Yicheng. "Anda adalah seorang sesepuh, ada beberapa hal yang ingin saya tanyakan kepada Anda."
"Jangan berkata begitu!" jawab sang kakek dengan sopan.
"Anak saya berencana untuk bersekolah. Apakah ada taman kanak-kanak di sekitar sini? Ke depannya saat ia harus masuk Sekolah Dasar dan Sekolah Menengah Pertama, apa yang harus saya lakukan? Saya benar-benar tidak paham soal hal ini."
Melihat Tang Yicheng yang masih muda, sang kakek mengangguk dan langsung memberikan penjelasan: "Kalau begitu, pindahkan saja kartu keluarga kalian ke sini, setelah itu beres. Sekolah di sekitar sini lumayan banyak. Saya punya koneksi dalam hal ini, nanti cari saja saya dan akan saya uruskan untukmu."
"Kalau begitu, terima kasih banyak!" ujar Tang Yicheng.