Penguasa kegelapan dari alam baka yang telah lama disegel akhirnya berhasil melarikan diri. Ia berubah wujud menjadi seorang "anak laki-laki aneh" yang sama sekali tidak mengerti apa-apa di tengah hir
Hanya mereka yang benar-benar pernah menginjakkan kaki di neraka delapan belas lapis yang tahu apa arti keputusasaan.
—
Neraka delapan belas lapis adalah satu-satunya tempat kembali bagi para pendosa yang semasa hidupnya berbuat kejahatan tanpa batas, membunuh tanpa ampun, dan tak termaafkan. Alam baka yang dipenuhi hawa dingin dan angin suram ini sungguh mencekam, namun di sinilah para arwah menemukan tujuan akhirnya, tak ada manusia hidup yang bisa eksis di tempat ini.
Sesekali terdengar jeritan pilu yang datang entah dari mana, mudah sekali membangkitkan ketakutan di dalam hati. Namun di sudut tertentu dari alam baka yang menakutkan ini, justru ada satu tempat yang sunyi senyap.
Wilayah yang diselimuti kabut hitam tebal itu kadang-kadang dilewati oleh bayangan-bayangan samar; itu adalah para prajurit penjaga arwah yang sedang berpatroli.
“Kenapa di bawah sana sama sekali tak ada suara?” tanya salah satu prajurit penjaga yang baru, merasa penasaran dengan jurang gelap yang menyesakkan di lapis kedelapan belas. Ia merasakan getaran di dalam jiwanya, nalurinya menuntunnya untuk merasa takut terhadap tempat itu. “Bukankah katanya neraka lapis kedelapan belas itu yang paling menakutkan? Kenapa sama sekali tidak terdengar jeritan sengsara?”
Semua prajurit penjaga mengenakan jubah hitam yang menutupi seluruh tubuh mereka, sehingga tak ada yang bisa saling mengenali.
“Kau baru dipindahkan ke sini, ya?” tanya prajurit lainnya dengan nada heran.
“Benar.”
“Pantas saja kau tidak tahu. Aku sudah berjaga di sini ratusan tahun, s