Bab 66 Hampir Membuat Orang Ketakutan Sampai Mati

Panduan Memelihara Raja Iblis Awan Berirama 1198kata 2026-03-05 01:21:18

Begitu bertemu dengan sepasang mata itu, Yao Ling seketika merasa darah di seluruh tubuhnya seperti berhenti mengalir, suhu tubuhnya menurun drastis, wajahnya seketika pucat pasi, tubuhnya membeku di tempat, tak bisa bergerak sedikit pun.

Yan Zhuo menatap Yao Ling, suaranya terdengar dingin, “Apa yang ingin kau lakukan?”

Ia paling benci orang yang menyerang dari belakang. Entah apa alasannya, pokoknya ia sangat membenci serangan diam-diam.

Andai saja serangan Yao Ling tadi mengandung niat membunuh, mungkin sekarang tubuh Yao Ling sudah menjadi mayat.

Yao Ling semula mengira orang yang berani melakukan hal tak senonoh pasti berwajah mesum. Karena tadi ia panik, ia juga tak sempat meneliti punggung Yan Zhuo dengan seksama.

Kini orang itu berbalik, ternyata seorang pemuda berwajah rupawan.

Pemuda itu berparas indah, sekilas tampak tak berbahaya, memberi kesan penurut dan lembut. Namun saat ini, pemuda yang biasanya penurut, lembut, dan suka tersenyum itu tengah memasang wajah dingin.

Orang yang biasanya tampak manis dan polos, sekali menunjukkan wajah dingin tetap saja menyeramkan.

Seperti Yan Zhuo saat ini, sepasang matanya diselimuti warna hitam pekat, memancarkan aura tertekan yang dalam. Satu tatapan saja sudah cukup membuat seseorang yang rapuh benar-benar kehilangan akal.

Ditambah lagi, sebagai keturunan murni bangsa iblis, ia memang terlahir dengan kemampuan untuk menghipnotis manusia.

Begitu ia ingin memberikan tekanan pada seseorang, satu tatapan mata sudah cukup membuat orang itu gila.

Tentu saja, hal ini terutama berlaku bagi mereka yang tingkat kekuatannya jauh di bawahnya, atau pada manusia biasa.

Mereka yang kekuatannya lebih tinggi, masih bisa melakukan perlawanan, bahkan semakin tinggi kekuatannya, semakin tidak terpengaruh oleh hipnotis itu.

Namun Yao Ling di hadapannya jelas hanya manusia biasa, tak mampu menahan pengaruh Yan Zhuo. Keringat dingin membasahi dahinya, hanya dalam sekejap, pakaiannya hampir basah kuyup.

Sepanjang hidup, Yao Ling belum pernah berkeringat sebanyak ini dalam satu waktu.

Andai saja Zhou Yuxuan tidak tiba-tiba muncul dan memutuskan keadaan, Yao Ling yakin hari ini ia pasti tumbang di sini.

“Jangan berkelahi! Jangan!” Zhou Yuxuan sama sekali tak menyadari ada yang aneh, ia hanya melihat Yao Ling memasang sikap hendak bertarung. “Ling! Ini hanya salah paham! Salah paham!”

Menurut pengalamannya, Yao Ling bisa menendang jatuh pria dewasa setinggi satu meter delapan, kalau serangan itu benar-benar mengenal tubuh Yan Zhuo yang kecil, bisa-bisa dia muntah darah!

Begitu ia tenang dan melihat wajah Yan Zhuo, ia langsung mengenali.

Bukankah ini pemuda yang beberapa hari lalu dibawa oleh bos besar ke kantor?

Itu yang suka makan sambil jalan itu!

Jika Ling benar-benar meninju, bisa-bisa celaka.

Mata Yan Zhuo berputar, menatap Zhou Yuxuan yang tiba-tiba muncul, hipnotisnya pun terputus, mata gelap itu menghilang, kembali menjadi sepasang mata bening seindah langit malam berbintang.

Penampilan pemuda itu kini, hanya berdiri diam di sana saja sudah tampak penurut dan sopan, membuat orang suka padanya.

Zhou Yuxuan baru menyadari ada yang tidak beres pada Yao Ling setelah mendekat, buru-buru menopang sahabatnya yang hampir roboh, cemas bertanya, “Ling! Kamu kenapa?!”

Yao Ling masih sulit bicara, tubuhnya sudah bisa digerakkan, tapi rasanya tak ada tenaga sama sekali.

Yan Zhuo pun angkat bicara.

“Dia tidak apa-apa, istirahat sebentar pasti pulih,” suara jernihnya menenangkan, sama sekali berbeda dengan yang barusan.

Barulah Zhou Yuxuan merasa lega, ia membantu Yao Ling duduk di sofa ruang pantry, setelah memastikan Yao Ling nyaman, barulah ia sempat meminta maaf pada Yan Zhuo.