Bab Satu: Li Changqing Sang Ahli Bertahan

A Arte Secreta do Santo Oculto das Nove Transmutações Palácio da Alvorada 1642kata 2026-08-03 08:07:49

Halaman (1/3)

Di gerbang luar Sekte Awan Biru, cahaya pagi di akhir musim semi menembus kisi-kisi jendela Paviliun Koleksi Kitab, memantulkan bayangan bercorak di lantai batu biru. Di sudut ruangan, seorang pemuda berseragam murid berwarna abu-abu putih begitu fokus membaca sebuah buku berjudul "Tiga Ratus Cara Bertahan Hidup dalam Kultivasi", sesekali mencatat poin penting di gulungan bambu dengan arang. Wajahnya tampak halus dan rapi, sementara sorot matanya menyiratkan kematangan dan kehati-hatian yang lebih dibandingkan rekan sebayanya.

"Kakak Li, besok adalah Kompetisi Besar Gerbang Luar, kenapa kau masih di sini membaca buku santai?" Seorang pemuda berwajah bulat mendekat, bertanya dengan rasa penasaran.

Li Changqing menutup gulungan buku dan tersenyum ramah, "Adik Zhang, aku memang kurang berbakat, jadi belajar mendadak pun takkan banyak membantu. Lebih baik memperdalam keahlian bertahan hidup, itu lebih berguna bagiku."

"Tapi hasil kompetisi besar terkait dengan sumber daya kultivasi dan peluang kenaikan tingkat! Kudengar tiga besar tahun ini bahkan dapat kesempatan berlatih di Mata Air Roh!" Si berwajah bulat menggeleng tak paham.

"Jodoh dan keberuntungan sudah digariskan langit." Li Changqing hanya tersenyum samar, lalu mengembalikan buku ke tempat semula. "Aku mau ke ladang obat melihat tanaman roh, sampai jumpa di kompetisi besok."

Keluar dari Paviliun Koleksi Kitab, senyum di wajah Li Changqing perlahan memudar. Ia menengadah menatap puncak utama yang diselimuti kabut di kejauhan, tatapannya menyimpan renungan mendalam.

"Mata Air Roh memang menarik, tapi terlalu mencolok..." gumamnya pelan. "Tingkat tiga Penyempurnaan Qi, peringkat menengah—itu pilihan paling aman."

Keesokan paginya, pelataran gerbang luar Sekte Awan Biru dipenuhi lautan manusia. Lebih dari tiga ratus murid gerbang luar berkumpul, bersiap mengikuti kompetisi tahunan.

Li Changqing berdiri di tengah barisan, tampak sama sekali tidak menonjol. Ia sengaja menahan auranya, menekan kekuatan aslinya yang telah mencapai tingkat enam Penyempurnaan Qi agar tampak hanya di tingkat tiga.

"Kelompok berikutnya, Li Changqing melawan Wang Pan!"

Mendengar namanya dipanggil oleh petugas, Li Changqing melangkah tenang ke atas arena. Di seberangnya berdiri seorang pemuda bertubuh kekar, sorot matanya penuh semangat bertarung.

Halaman (2/3)

"Kakak Li, mohon bimbingannya!" Wang Pan membungkuk hormat, kekuatan roh mengalir deras dari tubuhnya, jelas ia sudah mencapai tingkat empat Penyempurnaan Qi.

Li Changqing membalas hormat, sengaja menampilkan fluktuasi kekuatan yang tampak kaku dan tidak stabil. "Tolong jangan terlalu keras, Adik Wang."

Pertarungan dimulai, Wang Pan langsung melancarkan serangan gencar, jurus api meledak di arena bagaikan bunga teratai merah. Li Changqing menghindar "dengan susah payah", kadang membalas dengan beberapa anak panah air yang lemah, namun segera tampak kewalahan.

Setelah tiga puluh jurus, Li Changqing sengaja membuka celah, lengan bajunya tersambar lidah api, ia pun buru-buru mengangkat tangan menyerah.

"Wang Pan menang!" seru petugas.

Li Changqing turun dari arena dengan wajah "muram", namun dalam hati ia menghela napas lega. Penampilan seperti itu membuatnya tidak terlalu buruk hingga harus dihukum kerja paksa, tapi juga tidak cukup menonjol untuk menarik perhatian khusus.

Kompetisi berlangsung seharian penuh, pada akhirnya Li Changqing meraih peringkat seratus lima puluh tiga—posisi menengah, persis seperti yang ia inginkan.

Saat matahari terbenam, Li Changqing menapaki jalan setapak di pegunungan kembali ke pondoknya. Tiba-tiba, langkahnya terhenti, dari sudut matanya ia melihat bayangan seseorang melintas cepat di hutan tak jauh darinya.

"Ada yang mengikuti?" Alarm bahaya menyala di hatinya, namun wajahnya tetap tenang, melanjutkan langkah santai.

Setelah melewati tikungan, Li Changqing tiba-tiba mempercepat langkah, masuk ke jalan setapak rahasia, berputar-putar melalui celah batu, lalu muncul di belakang si pengejar.

Dari balik semak, ia melihat jelas siapa orang itu—Petugas Gerbang Luar, Zhao Ming, yang terkenal suka mencari "sparring partner" untuk murid dalam.

"Jadi, Petugas Zhao..." Pandangan Li Changqing menajam. Mereka yang disebut "sparring partner" itu tak lain hanya pelampiasan murid dalam belaka.

Halaman (3/3)

Setelah memastikan Zhao Ming telah pergi, Li Changqing memutar jauh sebelum akhirnya kembali ke pondoknya. Ia memeriksa jimat penjaga di depan pintu dengan saksama, memastikan tak ada orang yang masuk, barulah ia membuka pintu dan masuk.

Setelah makan malam sederhana, Li Changqing mulai berlatih seperti biasa. Saat ia mengangkat bantal sebelum tidur, tiba-tiba ia menemukan sebuah kitab kuno asing di bawahnya.

"Apa ini..." Mata Li Changqing membelalak. Ia yakin pagi tadi tidak ada apa-apa di bawah bantal.

Sampul buku itu berwarna hijau gelap, tertera lima aksara kuno: "Sembilan Pergantian Ilmu Suci Penyembunyi". Li Changqing tidak langsung menyentuhnya, melainkan lebih dulu melafalkan beberapa mantra pemeriksa, memastikan tidak beracun ataupun berbahaya, barulah ia membalik halaman dengan hati-hati.

Di halaman pembuka, terpampang delapan aksara besar nan gagah: "Yang menonjol mudah patah, yang tersembunyi abadi panjang umur."

Hati Li Changqing bergetar, delapan kata itu seakan langsung menusuk ke inti prinsip kultivasi yang ia pegang selama ini. Ia tak sabar membalik halaman berikutnya, mendapati kitab itu berisi teknik aneh khusus untuk menyembunyikan kekuatan serta menutupi aura.

"Tak kusangka ada ilmu yang begitu cocok dengan hatiku..." gumam Li Changqing, matanya bersinar penuh kejutan dan suka cita.

Di luar jendela, bulan purnama naik perlahan. Cahaya peraknya menembus kertas jendela, membalut sosok pemuda yang tenggelam dalam membaca dengan selimut cahaya. Malam itu, jalur hidup Li Changqing diam-diam berubah selamanya.