Aku menerima perintah dari langit, umurku panjang dan makmur. Aku meneruskan semangat tiga generasi, mengangkat keadilan agung di seluruh negeri, kemudian menggenggam pedang untuk menjadi Raja Dunia.
“Sialan, aku cuma layak jadi seorang inspektur rendahan di Kantor Inspeksi Sungai Bawah?”
Seorang pemuda berjalan di sepanjang tanggul sungai, langkahnya oleng tak beraturan, satu tangan masih menggenggam kendi arak, mulutnya terus-menerus mengomel. Tanpa sengaja, kakinya tersandung batu.
Ia pun terjatuh, lalu terguling menuruni tanggul masuk ke sungai.
Beberapa saat kemudian, akhirnya ada orang yang menemukan, langsung berteriak panik, “Tolong! Sepertinya Nanda jatuh ke sungai!”
...
Ketika Li Dong terbangun dalam keadaan linglung, ia langsung tercengang saat melihat sekelilingnya. Rumah-rumah di sekitarnya bergaya sangat kuno...
Seberapa kuno? Hampir seperti rumah di zaman dahulu, bukan hanya bangunannya, bahkan perabotan di dalamnya pun penuh nuansa zaman dulu.
Li Dong menggelengkan kepala. Secara naluri ia merasa dirinya belum sepenuhnya sadar, pasti masih bermimpi. Jika tidak, mengapa ia bisa berada di sini, bukan di rumahnya sendiri?
Ciiit—
Pintu kamar terbuka dari luar, masuklah seorang pria paruh baya yang asing baginya.
Begitu masuk, pria itu menatap Li Dong, mengucek matanya, lalu tiba-tiba berseru girang, “Nanda, kau... kau hidup lagi? Astaga, anakku memang tidak apa-apa! Tabib Wang, jangan pergi dulu, Nanda sudah sadar!”
Tak lama kemudian, seorang lelaki tua juga masuk tergesa-gesa, lalu melihat Li Dong yang tengah menatapnya lekat-lekat.
Orang tua itu hendak memeriksa nadi Li Dong, namun Li Dong yang kini sudah benar-benar sadar segera menarik tangannya. Ia memastikan dirinya tak berada d